Gunung semeru

Mengenal Gunung Semeru

Gunung Semeru (Gunung Meru) adalah satu gunung merapi memiliki bentuk kerucut Jawa Timur. Gunung Semeru tergolong gunung paling tinggi di Jawa, dengan puncak Mahameru, 3.676 m

Legenda

Pulau Jawa diceritakan terombang-ambing di lautan. Para Dewa batara pun memutuskan  untuk memakunya(menancapkannya)

para batara pun memindahkan Gunung itu di India ke Pulau Jawa. Dewa Wisnu kemudian bermanifestasi  menjadi kura-kura raksasa. Kewajiban nya adalah menggendong meru di punggungnya.

Sementara itu, Dewa Brahma menjelma sebagai ular panjang yang membelitkan badanya ibarat sad tali yang mengikat gunung dan badan kura-kura. Gunung itu akhirnya dapat diangkut melintasi lautan.

Sekejap saja, kedua dewa itu sudah kelar meletakkan Gunung Meru di sebelah barat Pulau Jawa. Akan namun celakanya, berat gunung itu bahkan membikin ujung pulau sebelah timur terangkat ke atas. Tidak habis pikir, Dewa Wisnu dan Brahma pun kemudian memotong Gunung Meru dan meletakkannya sebelah ujung atasnya di ujung timur sebagai penyeimbangan.

Potongan sebelah bawah gunung yang diletakkan di sebelah barat akhirnya menjadi Gunung Pawitra. Gunung itu saat ini dikenal dengan Gunung Pananggungan.

Sementara itu, sebelah utama dari Gunung Meru diletakkan di sebelah timur Pulau Jawa. Saat ini ini gunung itu dikenal dengan nama Gunung Semeru. Kedua gunung ini disebut Paku Bumi Pulau Jawa.

Mitos

Dirangkum dari berbagai sumber, inilah beberapa mitos Gunung Semeru yang dipercaya oleh masyarakat.

1. Wejangan Mbah Dipo
Mbah Dipo adalah mantan juru an Gunung Semeru. Mbah Dipo tewas di tahun 2005, sebelum kepergiannya warga sekitar yang tinggal di sana percaya setiap wejangan dari Mbah Dipo pesan dari Gunung Semeru.

Sampai saat ini ada satu wejangan yang terus diatur oleh warga. Jika Gunung Semeru meletus, warga diminta untuk lari ke arah Sungai, bukan Gunung Sawur.

2. Ranu Kumbolo
Sapa yang tidak terpikat dengan kecantikkan Ranu Kumbolo? Danau itu merupakan salah satu sumber air bagi para pendaki yang naik ke Gunung Semeru. Itulah mengapa, pendaki dilarang buang sampah ke danau ini dan mendirikan  tenda dengan jarak 10 meter.

Selain alasan sanitasi, Ranu Kumbolo dipercaya memiliki banyak ikan mas. Warga pun tidak tahu dari mana asal-usul dari ikan mas itu.

Para pendaki dilarang untuk memancing di sana. Karena konon ada ikan-ikan itu adalah hantu wanita cantik dan para dayang-dayangnya yang menjaga  Ranu Kumbolo.

3. Tanjakan Cinta
Setelah Ranu Kumbolo, ada pula Tanjakan Cinta. Konon siapa pun yang naik ke tanjakan terjal ini tanpa menoleh ke belakang, maka dari itu dari itu kisah percintaan impiannya akan terkabul.

4. Wilayah Kelik
Kelik merupakan lokasi pemakaman para pendaki yang meninggal  di Semeru. Salah satunya adalah pengelola tersohor, Soe Hok Gie.

Pungkasnya, banyak pendaki yang kesurupan di sini. Mereka bisa kebobolan roh manusia sampai binatang. Untuk itu, pendaki diminta untuk tetap menjaga  pikiran dan perkataan selama mendaki.

5. Gunung Semeru bapaknya Gunung Agung
Gunung Semeru meluncurkan guguran lava pijar pada Sabtu (28/11). Yang teramati ada 13 kali dengan jarak luncur 500-1.000 meter dari puncak.
Gunung Semeru Foto: Nur Hadi Wicaksono
Puncak Gunung Semeru disebut sebagai tempat suci para dewa. Ini mengapa Gunung Semeru menjadi gunung sakral bagi umat hindu, seperti Gunung Agung di Bali.

Di sana, banyak masyarakat Bali yang bercaya bahwa Gunung Semeru adalah bapak dari Gunung Agung. Setiap 8-12 tahun sekali akan diadakan upacara adat di Gunung Semeru

Next Post Previous Post