Sungai Kebuyutan

Sungai Kebuyutan atau Sungai Kabuyutan atau Sungai Ciblandongan adalah salah satu sungai yang terdapat di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Sungai Kebuyutan mempunyai panjang sungai sekira 51 Kilometer mengalir dari dari selatan ke utara. Hulu sungai ini secara geologi berada di Gunung Kumbang di Pegunungan Lio yang berlokasi di perbatasan Kecamatan Banjarharjo dengan Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Salem kemudian bermuara ke Laut Jawa di utara wialayah Pantura pasnya di Kecamatan Tanjung.

 

Sungai Kebuyutan tergolong sungai utama di DAS Kebuyutan seluas 208,74 kilometer2. Sungai Kebuyutan terwujud dari pertemuan Sungai Ciblandongan yang berasal dari Gunung Kumbang dengan Sungai Cigora dari arah lembah di antara Gunung Gora dan Gunung Lemahlaki. Sungai Kebuyutan dari hulu melintasi Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Kersana dan Kecamatan Tanjung. Kawasan hulu Sungai Kebuyutan merupakan dataran tinggi dengan kontur terjal sedangkan di sebelah tengah berupa perbukitan bergelombang serta dataran rendah area pantai yang berlokasi pada elevasi kurang dari 1,0 m dpl di sebelah hilir sungai. Sungai Jali mempunyai beberapa anak sungai yang lumayan besar, diantaranya:

Waduk Malahayu adalah satu waduk yang berlokasi di aliran Sungai Kebuyutan pasnya di Kecamatan Kecamatan Banjarharjo. Waduk Malahayu mempunyai Tempat Aliran Sungai (DAS) seluas 63 Km2 bersama anak sungainya seperti Sungai Cimandala, Sungai Pabogohan, dan Sungai Ciomas. Ketika disahkan waduk ini memiliki kapasitas tampungan mencapai 69 Juta m3 dengan zona layanan irigasi mencapai 18.456 Hektar. Akan tetapi penilaian tahun 1977, energi tampung Waduk Malahayu tinggal 46 Juta m3 sebab sedimentasi. Kegunaan pemanfaatan waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian kawasan Kecamatan Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Kersana, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Loasari, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Bulakamba juga sebagai pengendali banjir serta dimanfaatkan untuk wisata/ benda rekreasi.

Aliran arus Sungai Kebuyutan yang lumayan deras serta adanya air saat musim kemarau, menciptakan sungai ini amat urgent terutama para petani dan pengrajin batubata. Sungai ini diketahui sebagai sungai pengrajin batubata oleh masyarakat sekitar, terkhusus Desa Cikandang, sebab pastinya sebagian dari warga Desa Cikandang menjadi pengrajin batubata. Sungai kebuyutan memiliki poin bagi masyarakat sebab mampu menghidupi warga yang terdapat disekitarnya akan namun kurangnya kepedulian masyarakat akan kebersihan sungai kabuyutan ini. Seperti perihalnya buang sampah rumah tangga baik organik ataupun non organik sekehendak hati kesungai, yang berpengaruh pada musibah banjir, dan berkumpulan sarang penyakit. Bisa jadi ini diakibatkan kurangnya kesadaran masyarakat sekitar dan sosialisasi dari pemerintah. Pemerintah setempat sudah memperluas tepian disepanjang aliran sungai sebab bisa memperlancar aliran air sungai. Upaya ini untuk menanggulangi banjir di tempat aliran sungai itu saat musim penghujan.

 

Next Post Previous Post