Akhirnya Terungkap…!!! Pendiri Candi Prambanan Yang Sebenar Nya





Candi Prambanan, atau Candi Roro Jonggrang merupakan kompleks percandian Hindu terbesar di Indonesia. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, konon Candi Prambanan dibangun oleh bangsa jin dibawah kendali Bandung Bondowoso Sebagai persyaratan untuk melamar Roro Jonggrang yang cantik jelita.


Pada saat itu, Roro Jonggrang memberikan persyaratan untuk dibangunkan 1000 candi, dalam waktu satu malam. Sayang, pembangunan tersebut gagal karena siasat cerdik dari Roro Jonggrang. Mengetahui hal itu, Roro Jonggrang kemudian dikutuk oleh Bandung Bondowoso yang murka menjadi sebuah arca batu, untuk melengkapi candi ke-1000.


Seperti cerita rakyat pada umunya, kisah ini hanyalah sebuah dongeng dari mulut ke mulut, yang belum tentu kebenarannya. Pembangunan Candi Prambanan diceritakan dalam Prasasti Siwagrha. Candi Prambanan mulai dibangun oleh Rakai Pikatan sekitar tahun 850 Masehi, sebagai tandingan atas kompleks percandian Buddha, Candi Borobudur dan Candi Sewu.


Pembangunan candi ini menjadi tanda kembali berkuasanya Wangsa Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait persaingan wangsa kembar yang saling berbeda keyakinan Wangsa Sanjaya penganut Hindu dan Wangsa Syailendra penganut Buddha. Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama dalam kepercayaan Hindu.


Berdasarkan Prasasti Siwagrha, kompleks Candi Prambanan sebenarnya bernama Siwagrha yang bermakna Rumah Siwa. Trimurti memang dimulikan dalam kompleks candi ini, namun Siwa Mahadewa, menempati ruang utamadi Candi Siwa.


Nama Prambanan merujuk pada nama desa tempat candi ini didirikan, diduga berasal dari perubahan nama dialek bahasa Jawa, dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang berarti Brahman Agung. Pembangungan Candi Prambanan memakan waktu selama ratusan tahun, dimulai oleh Rakai Pikatan, lalu dilanjutkan oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu.


Secara berkelanjutan Candi Prambanan terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti Raja Daksa dan Raja Tulodng. Setelah selesai dibangun dengan megah, Candi Prambanan menjadi candi agung Kerajaan Mataram, tempat berlangsungnya berbagai upacara agung kerajaan. Sementara ibukota Kerajaan Mataram saat itu berada tak jauh dari Prambanan, di Dataran Kewu.


Sejak Mpu Sindok bertahta menjadi raja, dan mendirikan Wangsa Isyana, pada tahun 930-an, ibukota kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur. Perpindahan tersebut diduga karena perebutan kekuasaan atau letusan hebat dari Gunung Merapi. Setelah perpindahan ibukota, Candi Prambanan perlahan mulai ditelantarkan dan runtuh.


Gempa bumi yang terjadi pada abad ke-16 benar-benar telah meruntuhkan Candi Prambanan. Seiring dengan bergantinya waktu, banyak masyarakat dari luar, yang mulai bermukim di sekitar bekas reruntuhan Candi Prambanan.


Penduduk setempat mengetahui keberadaan Candi Prambanan, namun mereka sama sekali tidak tahu menahu latar belakang sejarah sebenarnya, tentang siapakan raja dan kerajaan apa yang membangun monumen megah ini. Sebagai hasil imajinasi, di ilhami dari penemuan Arca Durga di dalam kompleks Candi Prambanan, maka munculah cerita Legenda Roro Jonggrang dengan segala fantasinya.


Ketika Britania Raya menguasai Jawa, CA. Lons yang berkebangsaan Belanda pada tahun 1733 menghebohkan dunia, karena mengaku menemukan reruntuhan Candi Prambanan. Penggalian dan pemugaran mulai dilakukan sejak saat itu, dimana negara Indonesia belum terbentuk. Setelah Merdeka, proses pemugaran terus dilanjutkan hingga dianggap selesao pada 1953, meskipun masih banyak candi yang runtuh.


Proses pemugaran memakan waktu lebih dari 200 tahun, dan belum sepenuhnya selesai hingga kini. Hal ini dikarenakan Candi Prambanan sangatlah besar dan megah, sedangkan saat ditemukan kondisinya berupa reruntuhan batu yang menggunung.


Candi Prambanan ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO pada tahun 1991, dan selain itu, candi ini juga dinobatkan sebagai yang terindah di Asia Tenggara Arsitektur Candi Prambanan tinggi ramping, mirip dengan percandian Hindu lainnya. Candi utama adalah Candi Siwa yang menjulang setinggi 47 meter di tengah kompleks gugusan candi lainnya yang lebih kecil.


Sebagai salah satu yang termegah dan terindah di Asia Tenggara, Candi Prambanan menjadi ikon pariwisata Yogyakarta, yang mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari seluruh penjuru dunia.

Next Post Previous Post