wisata barabai

Gua Limbuhang, Objek Wisata Baru di HST Kini Ramai Dikunjungi, Air Telaganya Bisa Berubah Warna

WISATA BARABAI – tempat wisata Alam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terpendam, saat ini kembali geger di media sosial, terkhusus kalangan nitizen Bumi Murakata. Sebuah gua, di Desa Haliau, Kecamatan Hulu Sungai Tengah, menjadi kerap dikunjungi, karena keindahan dan keunikannya.

Gua yang terletak di bawah bukit dengan ketinggian sekitar 50 meter itu, menawarkan kesejukan dari balik dinding batu, serta air telaga kecil di bawahnya.

Jika cuaca tengah panas, sekitar pukul 11 sampai pukul 14.00 wita, airnya mempunyai warna biru laut saat diterpa sinar matahari. Akan namun, saat cuaca sejuk atau agak gelap, airnya berubah warna menjadi biri kehijauan.

Sabtu (1/9/2018), Banjarmasinpost.co.id mengunjungi gua itu dan merasakan hawa sejuk seperti di ruang berpendingin udara.

Benda wisata baru itu mulai kerap dikunjungi, setelah sang pemilik lahan menyajikannya ke publik nelalui akun media sosialnya. Sebelumnya, sang pemilik lahan, yang mana juga pengelola , Rosadi yang akrab disapa Adi, bahkan dahulu membangun  infrastruktur jalan masuk menuju gua.

Selain menyediakan tempat parkir, Adi juga membangun  titian penyerangan sungai kecil menuju gua, yang terbuat dari papan kayu. Beberapa tanjakan atau juga turunan menuju gua tanahnya dia papas menjadi bertangga-tangga, sehingga mudah didaki dan dituruni tanpa dukungan tali untun memanjat dan turun.

“Setelah jalan masuk ke gua siap, baru saya  kenalkan ke publik melalui media sosial, dan Alhamdulillah saat ini tetamunya banyak. Terutama Sabu dan Minggu,”kata pria yang berterus jelas lulusan SMA ini.


Tetamu menikmati gua menggunakan perahu karet (Banjamasinpost.co.id/Hanani)

Untuk biaya masuk area wisata, Adi hanya menggunakan ongkos Rp 5.000, plus parkir Rp 5.000 yang dia kelola bersama warga setempat. Di dalam gua, terdapat perahu karet berkapasitas empat orang diperlengkap alat dayung. Jika ingin melintasi gua dengan perahu karet, cukup bayar Rp 5.000 untuk 15 menit jika tetamu tengah banyak.

“Namun jika tetamu sepi, boleh sekenyangnya. Pemandu sobat akan membantu. Bisa pula mendayung sendiri,”kata Adi. Di telaga dalam gua itu pengujung dilarang mandi, mengingat kedalaman air diperkirakan mencapai 50 meter.

Gua Limbuhang, Objek Wisata Baru di HST Kini Ramai Dikunjungi, Air Telaganya Bisa Berubah Warna

Di dalam gua juga terdapat tali dari akar pohon, yang bisa dipanjat dengan energi sampai tiga orang. Namun akar pohon itulah yang acap kali digunakan tetamu untuk berfoto-foto ala film tarzan. Adi menyatakan, akan mengembangkan lebih baik lagi benda wisata itu, dengan meningkatkan sokongan pada tetamu. Seperti membangun  toilet dan musala kecil untuk ibadah .

posisi wisata gua Limbuhang sendiri, bergandengan dengan water Park di area benda wisata outbond Baruh Bunga, yang mana juga dikelola swasta, dengan status kepemilikan milik pribadi.
Tetamu menikmati gua menggunakan perahu karet.

Bagaimana mencapai gua Limbuhang? Dari Barabai, kota Kabupaten HST, bisa menggunakan mobil atau juga kendaraan roda dua. Jarak dari Barabai ke Haliau, sekitar delapan kilometer, melewati  Pagat Kecamatan Batubenawa. Sebelum ke area gua, tetamu memarkir kendaraannya di area yang telah disediakan, sesudah itu berjalan kaki sekitar 15 menit menaiki dan menuruni bukit dengan tangga tanah yang sudah diratakan.

Nunui, Salah satu tetamu dari Barabai, mengatakan baru satu kali ini berkunjung ke Gua Limbuhang.

“Sebagai warga Barabai, saya  ikut bangga, karena tempat sahabat memiliki banyak potensi wisata yang masih terpendam, dan layak  dikunjungi dan ditawarkan ke luar tempat. Terkhusus gua Limbuhang ini, benar-benar mudah diakses. Guanya unik dan anggun dan masih alami. Senmoga pengelolanya bisa mengembangkan lebih baik lagi,terutama untuk fasilitas pendukungnya, seperti musala dan toilet” kata Nunui.
Tetamu bergelantungan di akar pohon merambat di atas telaga di dalam gua.

Dia juga mau, tetamu tetap berpartisipasi menjaga  kebersihan lokasi dengan tidak buang air besar sampah sembarangan. Terutama di sekitar gua, agar kemurnian airnya tetap terjaga.

Next Post Previous Post